Resensi Buku Russell
Manusia pada dasarnya tidak pernah lepas dari pengetahuan. Setiap aspek kehidupannya manusia sangat memerlukan pengetahuan. Namun, ada problematika yang memang kita anggap sepele namun itu berpengaruh sangat penting. Permasalahan tersebut adalah terkait pemahaman kita terkait pondasi dasar suatu pengetahuan, seperti apa itu pengetahuan? Apa yang sebenarnya kita tahu? Bagaimana menilai pengetahuan kita benar? Bagaimana membentuk pengetahuan yang benar? dan lain-lain terkait permasalahan fundamental pengetahuan.
Sebagai seorang makhluk yang berpikir, pencarian suatu kesahihan pengetahuan merupakan salah satu tugas pokok manusia untuk memenuhi kebutuhan intelektualnya. Selain itu, manusia juga memiliki hasrat yang sangat tinggi dalam mencapai keinginannya termasuk dalam pemuasan ketidaktahuannya. Apapun caranya, manusia pasti ingin menuntaskan berbagai hasrat ketidaktahuannya tersebut. Namun dalam satu sisi, manusia terkadang kesulitan untuk memulai konstruksi pengetahuannya. Dapat dikatakan bahwa manusia bingung untuk mengawalinya.
Buku Bertrand Russell ini merupakan salah satu karya yang lahir pada dasawarsa awal abad 20 masehi, tepatnya pada tahun 1912. Buku ini merupakan salah satu proyek Russell dalam bidang filsafat yang mana buku ini membahas tentang suatu konstruksi pengetahuan manusia. Dengan pijakan berbagai filsuf sebelumnya seperti Aristoteles, Descartes, Berkeley, Kant dan tokoh lain ia mencoba membuat suatu formulasi agar pengetahuan yang didapatkan bisa sesuai dengan aturan filsafat.
Dalam bab awal-awal Russell mulai mengajukan berbagai pertanyaan terhadap kita, yaitu berupa apa yang kita tahu dari suatu obyek materi. Setidaknya dalam pembahasan ini Russell menjawab bahwasanya pengetahuan kita terbagi menjadi dua yaitu pengetahuan yang terkait penampakan dan kenyataan. Setelah itu dia mencoba membongkar suatu keberadaan materi yang kita tahu, dengan argumen filosofisnya dengan mengatakan bahwa suatu materi itu ada karena keyakinan kita. Dalam satu sisi juga Russell membahas tentang sifat materi tersebut yang di sini Russell banyak mengkritik pandangan kaum idealis.
Dalam bukunya juga secara implisit ia menyebutkan beberapa logika berpikir, seperti penarikan kesimpulan dari yang umum ke khusus (deduksi) dan penarikan kesimpulan dari yang khusus ke umum (induksi). Dalam pembahasannya, ia juga banyak mengkritik dari berbagai aliran seperti aliran idealis dan juga saintis. Namun pada hakikatnya Russell sangat berpijak pada yang “universal”, hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa bab yang membahas pada suatu pengetahuan yang universal.
Sedangkan dalam akhir tulisannya, Russell membahas terkait suatu nilai filsafat. Ia menyadari bahwa memang pada dasarnya filsafat tidak bisa memberikan nilai secara langsung kepada mereka yang tidak mempelajarinya. Russel juga mengatakan bahwa filsafat tidak bisa menentukan secara pasti suatu kebenaran. Nilai filsafat menurutnya adalah sebagai dekontrusksi dogma maupun tradisi yang melekat. Dapat disimpulkan bahwa nilai filsafat pada hakikatnya tidak secara ekplisit terlihat, namun secara implisit masuk ke dalam suatu kehidupan.
Relevansi dari buku Russell yang berjudul Persoalan-persoalan Filsafat ini setidaknya mampu mengantarkan kita menuju manusia yang berpengetahuan. Karena dalam awal buku pun kita sudah disajikan suatu tulisan yang mana itu sudah menggoyahkan pengetahuan kita. Dalam proses mendapatkan pengetahuan pun tidak bisa dikatakan benar secara komprehensif, setiap aliran pasti memiliki celah kekurangan yang sangat besar. Hal itu bisa dijadikan sebagai bahan refleksi kita untuk meninjau kembali pengetahuan kita sehingga kita bisa menuju pada konsep manusia yang berpengetahuan.
Komentar
Posting Komentar